Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Riwayat Pendidikan Sudaryono, Kepala BGN Baru Pengganti Nanik: Lulusan Terbaik hingga Doktor IPK 4,00

Joseph Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Pengangkatan ini menggantikan posisi Nanik

Riwayat Pendidikan Sudaryono, Kepala BGN Baru Pengganti Nanik: Lulusan Terbaik hingga Doktor IPK 4,00

Riwayat Pendidikan Sudaryono Kepala BGN Baru: Perjalanan Akademik dari Grobogan ke Doktor IPB

Lenterafakta.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah menunjuk Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Pengangkatan ini menggantikan posisi Nanik Sudaryanti Deyang yang memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pengumuman penting tersebut di area Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu, 22 Juli 2026. Sudaryono saat ini menduduki jabatan Wakil Menteri Pertanian sebelum menerima penugasan baru ini.

“Bapak Presiden memutuskan pengganti kepala BGN adalah Bapak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian,” ujar Prasetyo Hadi dalam pernyataannya.

Pelantikan resmi Sudaryono dalam peran barunya dijadwalkan akan dilaksanakan pada hari yang sama, yaitu Rabu. Salah satu pertimbangan utama dalam pemilihan Sudaryono adalah keterlibatannya sejak awal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengalaman dan latar belakang pendidikannya yang kuat menjadi nilai tambah dalam memimpin lembaga baru ini.

Perjalanan Pendidikan dari Grobogan ke Jepang

Sudaryono lahir pada 23 Januari 1985 di sebuah dusun terpencil di wilayah Grobogan, Jawa Tengah. Ia merupakan putra tunggal dari pasangan petani bernama Yahyo dan Suwarni. Sejak duduk di bangku SMP, Sudaryono sudah memiliki kebiasaan mempelajari materi pelajaran lebih dulu sebelum disampaikan oleh guru di kelas. Kebiasaan disiplin inilah yang membuka jalan baginya untuk diterima di SMA Taruna Nusantara.

Pada periode 2000 hingga 2003, Sudaryono menyelesaikan pendidikan menengah atasnya di SMA Taruna Nusantara dan berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik. Prestasi gemilang ini kemudian berlanjut ke kancah internasional ketika ia berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di National Defense Academy, Jepang. Perjalanan akademiknya menunjukkan konsistensi dalam meraih prestasi di setiap jenjang pendidikan.

Dari tahun 2004 sampai 2009, Sudaryono menempuh pendidikan di Akademi Pertahanan Nasional Jepang (National Defense Academy of Japan). Ia memilih konsentrasi utama Teknik Mesin atau Mechanical Engineering, sebuah disiplin ilmu yang memiliki peran krusial dalam pengembangan berbagai industri berteknologi tinggi. Pengalaman belajarnya di Jepang memberikan perspektif global yang berharga bagi kariernya selanjutnya.

Kontribusi Akademik dan Disertasi Doktor

Setelah menyelesaikan pendidikan di Jepang, Sudaryono melanjutkan jenjang Magister Administrasi Bisnis (MBA) di Swiss German University, Indonesia, selama periode 2015 hingga 2018. Ia juga merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk program Doktor Manajemen Bisnis (DMB) angkatan ke-15. Kombinasi pendidikan internasional dan domestik ini membentuk fondasi kuat bagi kepemimpinannya.

Sudaryono kemudian menempuh pendidikan Doktor (Ph.D.) di bidang keuangan pada tahun 2020. Ia berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna sebesar 4,00 pada tahun 2023. Pencapaian ini menjadikannya salah satu lulusan terbaik dalam program doktoral tersebut.

Berdasarkan laporan Kompas.com pada Rabu, 17 Desember 2025, dalam sidang kelulusannya untuk meraih gelar Doktor di IPB, Sudaryono mengajukan disertasi dengan judul “Evaluasi dan Strategi Optimisasi Kinerja BUMN Pasca Kebijakan Holdingisasi di Indonesia”. Karya ilmiah tersebut membahas upaya penguatan tata kelola serta kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setelah implementasi kebijakan holdingisasi.

Sidang promosi doktor tersebut dipromotori oleh Prof. Dedi Budiman Hakim, Prof. Adler Haymans Manurung, serta Dr. Zaenal Asikin. Tim penguji dalam sidang tersebut terdiri atas Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman, Prof. Rachmat Pambudy, Prof. Noer Azam Achsani, dan Dr. Linda Karlina Sari. Kehadiran para akademisi dan praktisi terkemuka dalam sidang ini menunjukkan pentingnya kontribusi Sudaryono bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

Join the discussion