Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Seorang Pria di China Bantu Wisatawan Berfoto, Ternyata Kerabat yang Hilang Puluhan Tahun

Jennifer Thomas - lenterafakta.com 3 mins read

Sebuah pertemuan kebetulan di Danau Lugu, Provinsi Yunnan, China bagian barat daya, telah menyatukan kembali dua keluarga yang terpisah sejak era 1940-an

Seorang Pria di China Bantu Wisatawan Berfoto, Ternyata Kerabat yang Hilang Puluhan Tahun

Reuni Tak Terduga: Wisatawan Taiwan Bertemu Kerabat Puluhan Tahun di Danau Lugu

Lenterafakta.com – Sebuah pertemuan kebetulan di Danau Lugu, Provinsi Yunnan, China bagian barat daya, telah menyatukan kembali dua keluarga yang terpisah sejak era 1940-an. Chen Jie, seorang pria asal Shanghai yang sedang dalam perjalanan dinas, tidak menyangka bahwa momen mengambil foto bersama seorang wisatawan Taiwan akan mengubah hidupnya selamanya.

Saat menikmati indahnya matahari terbit, Chen Jie membantu Fei, seorang turis dari Kaohsiung, Taiwan, untuk mengabadikan momen tersebut. Awalnya, interaksi ini dianggap hanya sebagai keakraban biasa antara dua orang asing. Namun, percakapan ringan yang menyusul membuka tabir hubungan keluarga yang telah lama tersembunyi.

Jejak Leluhur yang Menyatukan Jarak

Chen Jie terkejut ketika mengetahui bahwa Fei berasal dari Kaohsiung, namun memiliki kampung halaman leluhur di Puyuan, sebuah kota kecil di Provinsi Zhejiang. Kebetulan yang sama persis ini menarik perhatiannya, mengingat Chen Jie juga merupakan putra asli Puyuan.

Setelah sesi foto selesai, keduanya bertukar akun media sosial. Melihat nama keluarga Fei, Chen Jie mulai merasakan ada sesuatu yang istimewa. Ia segera menghubungi ayahnya untuk menceritakan kejadian tersebut dan menanyakan apakah ayah Fei bernama Fei Yunfeng. Konfirmasi dari Fei pun datang dengan jawaban yang sama.

“Berdasarkan urutan silsilah keluarga kami, saya seharusnya memanggil kakak ini sebagai paman,” ujar Chen Jie, seperti dikutip dari South China Morning Post, Jumat (24/7/2026).

Menelusuri lebih dalam melalui sambungan telepon, Chen Jie memastikan bahwa Fei memang masih memiliki hubungan darah. Ayah Fei dan kakek Chen Jie adalah kakak beradik yang terpisah ketika ayah Fei mengikuti pasukan Kuomintang menuju Taiwan sebelum berdirinya Republik Rakyat China pada tahun 1949. Sementara itu, kakek Chen Jie diadopsi oleh keluarga bermarga Chen, sehingga nama keluarganya berubah.

Surat dan Doa yang Tertunda

Kabar reunian ini langsung disebarkan Chen Jie kepada sekitar dua puluh anggota keluarga besarnya. Seluruhnya merasa bahwa pertemuan ini adalah kebetulan yang luar biasa. Ayah Fei dan kakek Chen Jie telah kehilangan kontak selama puluhan tahun lamanya.

Meskipun Taiwan mulai mengizinkan warganya mengunjungi keluarga di daratan sejak akhir 1980-an, keinginan ayah Fei untuk pulang tidak pernah terwujud. Sebagai gantinya, pada tahun 1991 ia mengirim surat kepada saudaranya di China daratan dan menitipkan uang sebesar dua ratus dollar AS melalui perantara.

“Pada masa itu, sebagian besar masyarakat di China daratan hidup dalam kondisi sulit. Uang 200 dollar AS merupakan jumlah yang sangat besar,” kata Chen Jie.

Hingga saat ini, keluarga Chen Jie masih menyimpan surat yang dikirim lebih dari tiga dekade lalu. Dalam tulisan itu, ayah Fei menyatakan bahwa uang tersebut adalah bentuk perhatian kepada saudaranya. Ia juga berharap dapat pulang pada tahun berikutnya serta mendoakan seluruh anggota keluarga selalu sehat dan bahagia. Sayangnya, harapan itu tidak pernah terwujud karena kedua pria tersebut telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.

Masa Depan yang Terhubung Kembali

Fei mengaku sama terkejutnya dengan Chen Jie atas pertemuan ini. Ia menjelaskan bahwa meskipun ada banyak orang di lokasi wisata, ia memilih Chen Jie untuk mengambil foto. Menurutnya, mereka memang ditakdirkan untuk bertemu.

Fei berencana mengunjungi Puyuan pada bulan depan untuk bertemu keluarga besar Chen Jie secara langsung. Chen Jie berharap hubungan yang sempat terputus selama puluhan tahun ini dapat kembali terjalin dan diteruskan oleh generasi mereka.

Join the discussion