Tren

Siswa SD di India Langsung Jatuh dan Meninggal Setelah Ditampar Gurunya

Tragedi di Visakhapatnam: Bocah Enam Tahun Tewas Setelah Dipukul Gurunya

Lenterafakta.com – Sebuah rekaman kamera pengawas yang tersebar luas di media sosial memicu kegemparan di seluruh India. Dalam cuplikan tersebut, seorang anak kecil terlihat berbaris di halaman sekolah sebelum gurunya menghampiri dan menegurnya. Tak lama kemudian, sang guru menampar pipi murid itu. Anak tersebut langsung ambruk tanpa daya di pangkuan gurunya dan kehilangan kesadaran.

Korban bernama Pranay Teja, berusia enam tahun, tercatat sebagai siswa Sekolah Little Garden, sebuah institusi pendidikan swasta yang berlokasi di kawasan One Town, kota Visakhapatnam, negara bagian Andhra Pradesh.

Pagi yang Berakhir Mengerikan

Keluarga Pranay menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda kelainan pada anak itu saat meninggalkan rumah pada Kamis pagi, 20 Agustus 2026. Ayahnya menuturkan bahwa Pranay justru yang meminta izin untuk berangkat ke sekolah.

“Pada pagi hari sekitar pukul 08.00, putra saya bangun dan berkata ingin pergi ke sekolah. Dia mendesak ingin pergi ke sekolah,”

Sang ayah menambahkan bahwa awalnya keluarga enggan melepasnya, namun karena jadwal ujian semakin dekat, mereka akhirnya mengizinkan.

“Kami berpikir, ya karena ujian sebentar lagi, biarkan dia pergi. Lalu dia berkata, ‘Baik Ayah, saya berangkat,’ lalu pergi ke sekolah,”

Menurut keterangan ayah Pranay, sehari sebelumnya anaknya bermain dengan riang hingga larut malam. Tidak ada keanehan apa pun yang terdeteksi sebelum tragedi itu terjadi.

Telepon yang Datang Terlambat

Beberapa jam setelah Pranay berangkat, sang ayah menerima kabar buruk. Namun, panggilan itu bukan berasal dari pihak sekolah.

“Tidak ada seorang pun dari sekolah yang menghubungi saya. Para koki lokal yang bekerja di dekat tempat saudara ipar sayalah yang menelepon dan memberi tahu saya,”

Ketika keluarga bergegas ke Rumah Sakit King George (KGH), mereka langsung diberitahu bahwa Pranay telah menghembuskan napas terakhir. Tim medis menyatakan bahwa anak itu sudah meninggal sekitar setengah jam sebelum jenazahnya tiba di fasilitas tersebut.

Klaim Hukuman Fisik Berulang

Keluarga menduga pemukulan terhadap Pranay bukan satu-satunya kasus kekerasan di sekolah itu. Mereka mengklaim bahwa murid-murid lain juga pernah menjadi sasaran hukuman fisik. Ayah Pranay menuduh bahwa guru tersebut menggunakan tongkat untuk memukul anaknya karena tidak mengerjakan tugas rumah.

“Saat kami memeriksa rekaman CCTV di sekolah, terlihat bahwa guru itu menakut-nakutinya. Guru itu memukulnya dengan tongkat, dan karena syok serta takut, dia langsung pingsan di tempat,”

Keluarga menuntut agar pihak yang bertanggung jawab ditindak secara tegas apabila tuduhan tersebut terbukti benar.

Respons Resmi dan Penyelidikan

Polisi telah mencatat laporan kasus dan membuka penyelidikan formal. Jenazah Pranay dikirim untuk menjalani pemeriksaan autopsi guna mengungkap penyebab medis pasti kematiannya. Pejabat pendapatan daerah (revenue officials) turut ambil bagian dalam proses investigasi.

Dilip Chakravarthy, pejabat Divisi Pendapatan Daerah (Revenue Divisional Officer atau RDO), hadir di rumah sakit setelah menerima informasi tentang insiden tersebut.

“Saya mengetahui insiden bahwa seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa dalam keadaan meninggal ke KGH dari sekolah,”

Dinas Pendidikan Sekolah Andhra Pradesh menyatakan bahwa peristiwa itu sangat disayangkan dan menyedihkan. Pejabat terkait langsung membentuk tim beranggotakan tiga orang untuk memeriksa fakta secara menyeluruh berdasarkan laporan awal yang telah diserahkan. Pemerintah juga tengah menyiapkan program sosialisasi agar para guru menghadapi siswa dengan kepekaan, tanggung jawab, dan rasa kemanusiaan. Instruksi telah diberikan kepada seluruh pejabat agar mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Tindak lanjut berikutnya akan ditentukan setelah laporan tim investigasi tiga orang tersebut rampung.

Frequently Asked Questions

What is Siswa SD di India Langsung Jatuh?

Siswa SD di India Langsung Jatuh is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Siswa SD di India Langsung Jatuh matter?

Siswa SD di India Langsung Jatuh matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *