Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Special Plan: Daftar Harga Pangan 6 Juli 2026, Cabai Rawit Merah Rp 60.500 Per Kg

Nancy Moore - lenterafakta.com 3 mins read

Special Plan: Daftar Harga Pangan 6 Juli 2026, Cabai Rawit Merah Rp 60.500 Per Kg Special Plan - Dalam rangka implementasi Special Plan, Pusat Informasi Harga

Special Plan: Daftar Harga Pangan 6 Juli 2026, Cabai Rawit Merah Rp 60.500 Per Kg

Special Plan: Daftar Harga Pangan 6 Juli 2026, Cabai Rawit Merah Rp 60.500 Per Kg

Special Plan – Dalam rangka implementasi Special Plan, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mengungkapkan data harga rata-rata berbagai komoditas pangan di pasar tradisional pada Senin (6/7/2026). Informasi ini menjadi acuan penting bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam mengelola pengeluaran sehari-hari. Produk yang dianalisis meliputi bawang merah, bawang putih, cabai rawit hijau, cabai rawit merah, daging ayam, daging sapi, gula, minyak goreng, dan telur ayam ras segar. Special Plan bertujuan untuk menstabilkan harga pangan dan mengurangi tekanan inflasi terhadap konsumen.

Fluktuasi Harga Pangan di Pasar Tradisional

Berdasarkan laporan PIHPS pada hari itu, harga bawang merah ukuran sedang turun 2,43 persen menjadi Rp 48.150 per kilogram. Penurunan ini berdampak pada kebutuhan masyarakat yang tergantung pada bahan pokok ini. Sementara itu, harga bawang putih ukuran sedang naik 1,36 persen, mencapai Rp 44.600 per kilogram. Cabai rawit hijau juga mengalami penurunan tipis sebesar 0,1 persen, sedangkan cabai rawit merah tetap stabil di Rp 60.500 per kilogram. Daging ayam dan daging sapi menunjukkan tren penurunan harga, sedangkan minyak goreng mengalami kenaikan yang tidak disebutkan persentasenya. Telur ayam ras segar turun 3,06 persen menjadi Rp 28.550 per kilogram.

Kenaikan dan penurunan harga pangan selama Special Plan terjadi karena berbagai faktor, termasuk ketersediaan pasokan, permintaan pasar, dan dinamika harga internasional. Bawang merah yang mengalami penurunan harga mungkin dipengaruhi oleh peningkatan produksi lokal atau stabilisasi pasokan dari daerah penghasil utama. Di sisi lain, kenaikan harga bawang putih bisa terkait dengan biaya produksi yang meningkat atau tekanan permintaan yang tinggi. Cabai rawit hijau dan merah, meski hanya sedikit berubah, tetap menjadi perhatian karena penggunaannya dalam masakan sehari-hari.

Aneka Harga Pangan Menurut Data PIHPS

Berikut ini daftar harga rata-rata per kilogram untuk berbagai komoditas pangan pada 6 Juli 2026:

Bawang merah (ukuran sedang): Rp 48.150

Bawang putih (ukuran sedang): Rp 44.600

Cabai rawit hijau: Rp 50.550

Cabai rawit merah: Rp 60.500

Daging ayam: harga turun

Daging sapi: harga turun

Gula: data tidak disebutkan

Minyak goreng: harga naik

Telur ayam ras segar: Rp 28.550

Dari data tersebut, terlihat bahwa beberapa komoditas utama mengalami pergerakan harga yang signifikan. Special Plan turut berperan dalam mengawasi fluktuasi ini, memastikan harga tidak melambung terlalu tinggi atau terjatuh terlalu rendah. Dengan pengaturan harga yang lebih rapi, kebijakan ini diharapkan bisa membantu masyarakat ekonomi menengah dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan lebih terjangkau.

Perubahan harga pangan juga memengaruhi pola belanja konsumen. Komoditas yang mengalami penurunan, seperti bawang merah dan telur ayam, mungkin membuat masyarakat lebih fleksibel dalam membeli bahan makanan. Sebaliknya, kenaikan harga bawang putih dan minyak goreng bisa mendorong konsumen untuk mencari alternatif pengganti atau membeli dalam jumlah yang lebih sedikit. Special Plan memberikan wawasan penting tentang pergeseran harga, sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan.

Dalam analisis harga, dinamika pasar tradisional tetap menjadi faktor utama. Meski harga beberapa komoditas turun, ada juga yang stabil atau naik, mencerminkan ketergantungan pada pasokan lokal dan kondisi ekonomi nasional. Special Plan tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga pada strategi pengendalian harga yang berkelanjutan. Data ini menjadi dasar untuk mengevaluasi kinerja program serta memperbaiki pengawasan terhadap inflasi pangan.

Join the discussion