Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Special Plan: Diincar Trump, Apa Itu Pickaxe Mountain di Iran yang Diklaim Kebal Bom Bunker?

Nancy Anderson - lenterafakta.com 3 mins read

n di Iran yang Diklaim Kebal Bom Bunker Special Plan menjadi sorotan utama dalam upaya AS untuk mengurangi kapasitas nuklir Iran setelah ancaman militer

Special Plan: Diincar Trump, Apa Itu Pickaxe Mountain di Iran yang Diklaim Kebal Bom Bunker?

Special Plan: Pickaxe Mountain di Iran yang Diklaim Kebal Bom Bunker

Special Plan menjadi sorotan utama dalam upaya AS untuk mengurangi kapasitas nuklir Iran setelah ancaman militer terhadap fasilitas bawah tanah Pickaxe Mountain. Fasilitas ini, yang berada di wilayah selatan Teheran, disebut-sebut sebagai basis strategis yang sulit dihancurkan oleh serangan udara. Dengan target ini, Presiden Amerika Donald Trump mengungkapkan rencana serangan yang dinilai memiliki dampak besar pada keamanan regional.

Latar Belakang Special Plan

Special Plan dibentuk sebagai bagian dari strategi ketenangan terhadap Iran, yang telah lama dianggap sebagai ancaman nuklir di Timur Tengah. Rencana ini mencakup berbagai tindakan, termasuk penyerangan terhadap infrastruktur penting seperti Pickaxe Mountain. Sejak dibangun, kompleks ini dianggap sebagai benteng terkuat Iran karena ketahanannya terhadap serangan pemusnahan, membuatnya menjadi sasaran utama dalam perang gerilya nuklir.

Struktur dan Fungsi Pickaxe Mountain

Gunung beliung ini terdiri dari jaringan terowongan bawah tanah yang kompleks dan dirancang untuk menghadapi serangan udara. Fasilitas ini berdekatan dengan Natanz, tempat produksi uranium yang menjadi pusat utama program nuklir Iran. Menurut laporan, Pickaxe Mountain memiliki lapisan beton tahan ledakan dan sistem pendinginan yang membuatnya tidak mudah rusak. Selain itu, area ini juga dilengkapi teknologi pengendalian kebisingan, sehingga sulit dideteksi sebelum serangan dilakukan.

Perspektif Trump dan Rencana Serangan

Dalam wawancara radio pada 13 Juli 2026, Trump secara eksplisit menyebutkan Special Plan sebagai strategi utama untuk mempercepat destruksi kekuatan nuklir Iran.

“Kita akan menghancurkan Pickaxe Mountain. Katakan pada orang-orang Iran untuk bersiap-siap,”

tegasnya. Menurut pengamat, rencana ini mencakup tiga gelombang serangan udara yang dirancang untuk menghancurkan infrastruktur Iran secara efektif, dengan Special Plan sebagai kerangka utama koordinasi operasi militer.

Persaingan Intelijen dan Evaluasi Struktur

Klaim kebal bom bunker Pickaxe Mountain masih dipertanyakan oleh intelijen Iran, yang menyatakan bahwa fasilitas ini hanya untuk produksi sentrifus energi sipil. Namun, laporan AS menekankan bahwa struktur bawah tanah tersebut terintegrasi dengan sistem pertahanan nuklir, termasuk penyimpanan senjata rudal dan bahan bakar nuklir. Dengan Special Plan, Amerika berharap dapat mengungkap kebenaran ini melalui serangan yang disiapkan secara rinci.

Respons Iran dan Konsekuensi Global

Setelah ancaman Trump, Iran menegaskan komitmen untuk melindungi Pickaxe Mountain dengan mengaktifkan pasukan gerilya dan meningkatkan pengawasan di sekitar wilayah tersebut. Sejumlah kritikus mengingatkan bahwa Special Plan berpotensi memicu perang gerilya, karena kekuatan nuklir Iran dianggap sebagai penyangga utama keamanan regional. Di sisi lain, negara-negara tetangga memantau perkembangan ini dengan waspada, khawatir konflik akan mengarah ke eskalasi lebih besar.

Analisis Strategis dan Masa Depan Pertarungan Nuklir

Special Plan mencerminkan perubahan strategi AS dalam menangani ancaman nuklir Iran. Dengan memprioritaskan serangan terhadap fasilitas seperti Pickaxe Mountain, Washington berusaha mengurangi kemampuan Teheran untuk mengembangkan senjata nuklir secara cepat. Meski terowongan bawah tanah tersebut dianggap tahan serangan, analis menilai keberhasilan Special Plan tergantung pada kemampuan AS mengumpulkan informasi intelijen yang akurat. Selain itu, keberlanjutan rencana ini juga akan dipengaruhi oleh respons internasional terhadap ancaman militer yang dijelaskan oleh Trump.

Join the discussion