Special Plan: Warga Suriah Lawan Patroli Israel, Lempari Kendaraan Militer dengan Batu
uriah Lawan Patroli Israel, Lempari Kendaraan Militer dengan Batu Special Plan - Sebuah insiden terjadi di Kota Abdin, wilayah selatan Suriah, saat pasukan
Special Plan: Warga Suriah Lawan Patroli Israel, Lempari Kendaraan Militer dengan Batu
Special Plan – Sebuah insiden terjadi di Kota Abdin, wilayah selatan Suriah, saat pasukan Israel melakukan patroli di kawasan tersebut. Dalam rangkaian tindakan yang merupakan bagian dari Special Plan, warga setempat mengambil inisiatif untuk menghambat kemajuan kendaraan militer dengan memblokir jalan menggunakan batu. Sejumlah pemuda dan laki-laki muda turut melempari polisi patroli dengan batu sebagai bentuk protes. Kota Abdin terletak di dekat zona penyangga yang sebelumnya dijaga oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tetapi kini menjadi bagian dari kontrol Israel.
Perlawanan Penduduk Lokal
Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan di wilayah itu semakin memuncak. Penduduk khawatir peristiwa tersebut bisa memicu konflik lebih besar. Menurut warga, pasukan Israel sempat melepaskan tembakan peringatan ke arah tembok serta di sekitar para penduduk yang marah. Setelah itu, mereka menembakkan peluru artileri ke desa. Meski tidak ada korban luka, mayoritas penduduk memilih meninggalkan desa karena takut terjadi serangan berikutnya. Hingga Senin, sebagian besar warga masih enggan kembali.
“Mereka datang ke desa secara teratur, setiap beberapa hari,” kata Mohammad al-Hassan, warga Abdin, dikutip dari AP News pada Selasa (30/6/2026). Ia menjelaskan, pasukan Israel biasanya tiba dengan kendaraan lapis baja 4×4, berkeliling desa, lalu menggeledah sejumlah rumah. “Mereka mengetuk pintu. Jika warga tidak membuka, mereka mendobrak dan masuk. Perempuan serta anak-anak berteriak. Itu sangat menakutkan,” tambahnya.
Dalam Special Plan, Israel mengambil alih zona penyangga yang sebelumnya dipertahankan oleh PBB di Suriah selatan, setelah mantan Presiden Bashar Al Assad terguling dalam serangan pemberontak pada Desember 2024. Awalnya, langkah ini dianggap sementara untuk melindungi perbatasan dari ancaman kelompok militan. Namun, beberapa pejabat Israel kini menyatakan rencana tersebut tetap berlangsung selama jangka waktu yang tidak ditentukan.
Strategi keamanan Israel di Suriah selatan menjadi bagian dari Special Plan yang lebih agresif, terutama setelah serangan Hamas ke wilayah Israel selatan pada Oktober 2023. Setelah peristiwa tersebut, militer Israel berhasil menguasai mayoritas wilayah Gaza melalui operasi darat besar-besaran. Mereka juga mengendalikan sebagian area Lebanon dan Suriah yang disebut zona penyangga. Tujuan utamanya adalah mencegah serangan masa depan dari kelompok bersenjata.
Implikasi dari Special Plan
Operasi militer Israel ke kota-kota di barat daya Suriah beberapa kali memicu perlawanan warga. Di beberapa kasus, ketegangan berubah menjadi bentrokan mematikan. Presiden sementara Suriah, Ahmed Al Sharaa, telah meminta pasukan Israel menarik diri dari area seluas 235 kilometer persegi yang menurut PBB berada dalam zona penyangga. Pemerintah Suriah mengecam serangan dan penembakan Israel di Abdin sebagai bagian dari Special Plan yang dinilai merusak keseimbangan.
Insiden di Abdin merupakan bagian dari tindakan keras dalam Special Plan, yang terus berlangsung meski tidak ada korban luka signifikan. Sebelumnya, pada hari Minggu, militer Israel mengumumkan telah membunuh sejumlah pria bersenjata di wilayah selatan. Detail peristiwa tersebut tidak diungkapkan secara jelas. Seorang pejabat militer Israel pada hari Senin menyebut dua orang yang diduga militan tewas karena rencana menyerang pasukan. Pejabat itu berbicara secara anonim sesuai protokol militer. Sementara itu, Wali Kota Hadar, Imad Hassoun, mengatakan dua orang tak dikenal yang mengendarai truk pikap di selatan desa tewas dalam serangan. “Terdengar ledakan saat itu terjadi,” katanya kepada Associated Press. “Mereka bukan warga Hadar. Jika mereka dari Hadar, kami pasti langsung mengetahuinya,” tambahnya.
