Tanaman Hias Bisa Beracun bagi Kucing, Dokter Hewan Ungkap Jenis dan Bahayanya
Sebuah unggahan viral di platform X baru-baru ini mengungkap fakta mengejutkan tentang beberapa jenis tanaman hias yang ternyata berbahaya bagi kesehatan
Tanaman Hias Bisa Beracun bagi Kucing: Fakta dan Pencegahan
Lenterafakta.com – Sebuah unggahan viral di platform X baru-baru ini mengungkap fakta mengejutkan tentang beberapa jenis tanaman hias yang ternyata berbahaya bagi kesehatan kucing. Dalam postingannya, disebutkan bahwa hewan peliharaan ini bisa mengalami sesak napas hingga kematian jika mengunyah tanaman-tanaman tersebut. Banyak pemilik kucing yang belum menyadari potensi bahaya ini di sekitar rumah mereka.
“Banyak yang belum tahu kalau beberapa tanaman hias populer ternyata beracun untuk kucing. Yang di foto ini baru sebagian. Follower aku pernah curhat kucingnya RIP karena gigit-gigit keladi hias. Awalnya berliur, sesak nafas lalu RIP,” tulis akun media sosial X @mam******* pada Sabtu (18/7/2026).
Kucing memang merupakan hewan peliharaan yang sangat digemari masyarakat Indonesia. Namun, pertanyaan muncul apakah benar ada tanaman hias yang dapat meracuni mereka? Slamet Rahardjo, seorang dokter hewan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM), memberikan konfirmasi bahwa banyak jenis tanaman mengandung zat berbahaya bagi hewan, termasuk kucing. Pengetahuan ini penting untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
Jenis Tanaman yang Beracun bagi Kucing
Menurut Slamet, tingkat keracunan bervariasi dari ringan hingga sedang. Ia menyebutkan beberapa tanaman yang sering ditemukan di rumah-rumah, antara lain lidah mertua (Sansevieria spp.), sirih gading, tanaman famili aroid, serta keladi. Tanaman-tanaman ini umumnya diletakkan di dalam ruangan sehingga lebih mudah diakses oleh kucing.
“Betul. Ada banyak jenis tanaman yang memiliki kandungan zat beracun, mulai dari yang tingkatnya ringan hingga sedang,” ujar Slamet saat dihubungi Kompas.com, Rabu (22/7/2026).
Tanaman-tanaman tersebut mengandung senyawa yang dapat mengganggu kesehatan jika tertelan oleh kucing. Selain itu, terdapat pula berbagai tanaman dari keluarga Amaryllidaceae atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai nawang-nawangan. Tanaman yang menghasilkan getah juga umumnya memiliki kandungan toksik yang berbahaya bagi hewan peliharaan.
“Ada banyak sekali tanaman hias maupun tanaman lainnya yang beracun, misalnya jenis nawang-nawangan (Amaryllidaceae). Tanaman yang mengandung getah juga umumnya beracun,” jelasnya.
Mekanisme Keracunan pada Kucing
Slamet menjelaskan bahwa setiap tanaman memiliki komposisi racun yang berbeda. Pada lidah mertua, sirih gading, aroid, dan keladi, terdapat kandungan alkaloid serta kalsium oksalat yang dapat merusak hati dan ginjal. Kerusakan organ ini bisa terjadi secara bertahap jika kucing terus-menerus mengunyah tanaman tersebut.
“Kalau dikonsumsi dalam jumlah sedikit biasanya tidak langsung menimbulkan gejala. Namun jika terus-menerus termakan, racun akan terakumulasi di hati atau ginjal. Ketika gejalanya muncul, biasanya sudah memasuki fase kronis sehingga sering kali berakibat fatal,” jelasnya.
Selain tanaman hias, masih ada berbagai tanaman lain yang mengandung racun seperti singkong, buah bintaro, dan akar tuba yang mengandung sianida. Efek racun ini tidak terbatas pada kucing saja, tetapi juga dapat membahayakan hewan lain maupun manusia yang mengonsumsinya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis-jenis tanaman yang aman dan berbahaya.
“Efek racun ini berlaku bukan hanya untuk kucing saja, tapi semua jenis hewan dan manusia yang memakannya,” pungkas Slamet.
Insting Alami dan Pencegahan
Slamet menekankan bahwa tidak semua kucing otomatis keracunan hanya karena berada di dekat tanaman hias beracun. Secara naluriah, hewan umumnya memiliki insting untuk menghindari tanaman yang bersifat beracun. Namun, insting ini tidak selalu sempurna, terutama pada kucing muda atau yang kurang berpengalaman.
“Kucing pada dasarnya merupakan hewan karnivora. Mereka juga memiliki insting untuk mengenali tanaman yang berbahaya,” ujar Slamet.
Ia menambahkan bahwa kucing sesekali memang memakan rumput dalam jumlah sangat sedikit. Namun, perilaku tersebut bukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, melainkan untuk membantu memicu muntah sehingga parasit atau zat yang tidak diinginkan di dalam lambung dapat dikeluarkan. Pemilik kucing disarankan untuk selalu memantau aktivitas hewan peliharaan mereka di sekitar tanaman.
Meski demikian, Slamet mengingatkan pemilik hewan peliharaan tetap perlu berhati-hati karena masih banyak tanaman yang mengandung zat beracun apabila termakan. Dengan pengetahuan yang cukup, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman bagi kucing kesayangan kita.
