Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Toko Oleh-oleh Kumamoto di Tokyo Diserbu Warga Usai Gempa, Donasi Terkumpul 2 Juta Yen

Michael Miller - lenterafakta.com 4 mins read

Sejak gempa bumi dahsyat melanda Prefektur Kumamoto pada hari Selasa, 28 Juli 2026, Toko Oleh-oleh Kumamoto di Tokyo telah menjadi pusat perhatian masyarakat

Toko Oleh-oleh Kumamoto di Tokyo Diserbu Warga Usai Gempa, Donasi Terkumpul 2 Juta Yen

Toko Oleh-oleh Kumamoto di Tokyo Diserbu Warga, Donasi Capai 2 Juta Yen

Lenterafakta.com – Sejak gempa bumi dahsyat melanda Prefektur Kumamoto pada hari Selasa, 28 Juli 2026, Toko Oleh-oleh Kumamoto di Tokyo telah menjadi pusat perhatian masyarakat ibu kota. Toko yang berlokasi di kawasan Ginza ini mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan setiap harinya. Warga Tokyo tidak hanya datang untuk membeli oleh-oleh khas, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral dan finansial kepada korban bencana alam tersebut. Antusiasme yang luar biasa ini menunjukkan solidaritas yang kuat antar wilayah di Jepang.

Menurut data resmi dari Kantor Perwakilan Pemerintah Prefektur Kumamoto di Tokyo, penjualan di Toko Oleh-oleh Kumamoto di Tokyo meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Angka penjualan pada hari Rabu bahkan melampaui dua kali lipat dibandingkan dengan penjualan pada hari libur di musim puncak. Para pengunjung rela mengantri panjang hanya untuk mendapatkan produk-produk lokal yang dijual di toko tersebut. Langkah sederhana ini menjadi cara efektif untuk membantu pemulihan daerah terdampak.

Produk Tradisional Menjadi Incaran Utama

Pihak pengelola toko mencatat bahwa berbagai item kuliner tradisional Kumamoto menjadi primadona di antara pengunjung. Produk yang paling laris adalah Ikinari dango, sebuah kue khas yang diisi dengan ubi jalar dan pasta kacang manis. Selain itu, karashi renkon yang merupakan olahan akar teratai dengan isian mustard juga banyak dibeli oleh para wisatawan dan warga lokal. Setiap produk yang dibeli tidak hanya menjadi oleh-oleh, tetapi juga bentuk dukungan langsung bagi ekonomi lokal Kumamoto.

Seorang pejabat kantor perwakilan yang dikutip oleh Japan Times pada hari Minggu menyatakan bahwa fenomena antrean seperti ini sangat jarang terjadi dalam sejarah toko tersebut. Hal ini menunjukkan betapa besarnya perhatian masyarakat Tokyo terhadap situasi di Kumamoto. Toko Oleh-oleh Kumamoto di Tokyo kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai simbol solidaritas nasional.

Kisah Para Pengunjung yang Tergerak

Seorang wanita pekerja berusia 56 tahun dari Urayasu, Prefektur Chiba, datang ke toko tersebut karena kekhawatirannya terhadap kerabat yang tinggal di Kota Hikawa. Rumah mereka mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Wanita itu menjelaskan perasaannya:

“Saya tidak bisa melakukan apa-apa karena belum bisa mengirimkan barang bantuan untuk sementara waktu. Saya membeli produk-produk ini karena hanya ini yang bisa saya lakukan.”

Ia juga berencana membeli peluit dengan desain Kumamon, maskot resmi Prefektur Kumamoto, untuk dibagikan kepada keluarganya. Peluit tersebut dinilai memiliki fungsi penting untuk menarik perhatian tim penyelamat jika terjadi situasi darurat bencana di masa depan. Kehadiran Toko Oleh-oleh Kumamoto di Tokyo memberikan kesempatan bagi warga untuk berpartisipasi dalam upaya bantuan.

Sementara itu, seorang pekerja kantoran pria berusia 64 tahun dari Bangsal Itabashi, Tokyo, juga merasakan hal serupa. Pria ini baru saja melakukan perjalanan bisnis ke Kota Kumamoto pada bulan Juli lalu dan merasa prihatin dengan musibah yang menimpa daerah tersebut. Ia menambahkan:

“Saya sendiri bisa saja ikut terdampak bencana tersebut. Saya membeli kue-kue ini karena ingin memberikan dukungan sebisa saya.”

Donasi Mencapai Dua Juta Yen

Selain peningkatan penjualan produk, kepedulian masyarakat Tokyo juga terlihat dari kotak donasi yang tersedia di dalam toko. Hanya dalam waktu dua hari, yaitu pada hari Rabu dan Kamis, dana bantuan yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar 2 juta yen. Jumlah ini menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat ibu kota terhadap sesama.

Mitsuo Matsuoka, seorang pejabat senior dari Kantor Perwakilan Prefektur Kumamoto di Tokyo, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian masyarakat ibu kota. Ia mengatakan:

“Perasaan hangat dari para pengunjung telah menjadi sumber dukungan dan semangat bagi masyarakat di prefektur kami.”

Dalam kesempatan tersebut, Mitsuo Matsuoka juga mengimbau agar masyarakat terus memberikan dukungan dan kerja sama mereka. Hal ini diharapkan dapat membantu pemulihan daerah yang terdampak bencana. Toko Oleh-oleh Kumamoto di Tokyo akan tetap beroperasi normal dan menerima donasi selama beberapa minggu ke depan.

FAQ: Informasi Penting untuk Pengunjung

Berapa lama toko akan menerima donasi? Toko Oleh-oleh Kumamoto di Tokyo akan menerima donasi selama minimal dua minggu setelah gempa terjadi. Kotak donasi akan ditempatkan di dekat kasir untuk kemudahan pengunjung.

Apakah produk masih tersedia setelah lonjakan pembelian? Ya, pihak toko telah melakukan pemesanan tambahan dari Kumamoto untuk memastikan stok produk tetap tersedia. Beberapa produk populer mungkin terbatas, namun akan segera diisi ulang.

Bagaimana cara mengetahui informasi terbaru tentang gempa Kumamoto? Pengunjung dapat melihat papan informasi yang dipasang di dekat pintu masuk toko. Informasi diperbarui setiap hari oleh staf kantor perwakilan.

Apakah toko tetap buka pada hari libur? Toko tetap buka pada hari libur dengan jam operasional yang sama seperti biasanya. Pengunjung disarankan untuk datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang.

Join the discussion