Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Topan Bavi Landa China Usai Hantam Taiwan dan Jepang – Seberapa Parah Dampaknya?

Robert Anderson - lenterafakta.com 2 mins read

Topan Bavi Landa China Usai Hantam Taiwan dan Jepang Topan Bavi Landa China Usai Hantam - Badai tropis Topan Bavi menghantam wilayah China setelah melalui

Topan Bavi Landa China Usai Hantam Taiwan dan Jepang – Seberapa Parah Dampaknya?

Topan Bavi Landa China Usai Hantam Taiwan dan Jepang

Topan Bavi Landa China Usai Hantam – Badai tropis Topan Bavi menghantam wilayah China setelah melalui beberapa negara di Asia Timur. Pada Sabtu (11/7/2026), Topan Bavi mendarat di Provinsi Zhejiang, bagian timur Tiongkok, yang menandai akhir dari perjalanannya melalui Taiwan dan pulau-pulau di selatan Jepang. Meski telah melemah menjadi badai tropis, Bavi tetap menyebabkan hujan lebat dan angin kencang yang mengancam wilayah timur serta utara Tiongkok. Pada Minggu (12/7/2026), kekuatan badai ini masih cukup signifikan, dengan pusat badai berada di dekat Kota Yiwu, salah satu pusat perdagangan utama.

Dampak dan Kesiapan di Wilayah Tiongkok

Kehadiran Topan Bavi di daratan Tiongkok menjadi ujian terhadap kesiapan negara tersebut menghadapi cuaca ekstrem. Badan Meteorologi Tiongkok mengungkapkan bahwa badai ini telah melemah menjadi tropis parah setelah bergerak ke daratan, namun wilayah utara dan timur masih berpotensi mengalami dampak signifikan. Sebelum mendarat di Tiongkok, Bavi sempat menimbulkan ancaman besar di Taiwan dan Jepang, mengakibatkan kerusakan yang mencolok.

Evakuasi dan Persiapan

Berdasarkan data terbaru, lebih dari dua juta warga Tiongkok di wilayah Zhejiang telah dievakuasi sebagai langkah pencegahan. Sebagian besar evakuasi terjadi di kota-kota besar yang berpotensi terkena tanah longsor dan banjir. Pemerintah Tiongkok berusaha meminimalkan kerusakan dengan menutup jalan-jalan utama dan mengaktifkan sistem darurat. Meski Topan Bavi Landa China Usai Hantam, dampaknya tidak bisa dipandang remeh, terutama di kawasan pesisir timur yang rentan terhadap badai.

Kondisi Cuaca Setelah Mendarat

Saat ini, Topan Bavi Landa China Usai Hantam Taiwan dan Jepang masih membawa angin kencang hingga level 11, sekitar 108 kilometer per jam, yang membawa ancaman terhadap infrastruktur dan kehidupan warga. Badan Meteorologi Tiongkok memperingatkan bahwa sistem badai ini memiliki radius luas dan berpotensi memicu hujan berkepanjangan. Pemerintah lokal terus memantau kondisi cuaca, dengan harapan mengurangi risiko terhadap warga.

Di Taiwan, Topan Bavi Landa China Usai Hantam menyebabkan evakuasi lebih dari 10.000 orang dan gangguan listrik yang menimpa lebih dari 150.000 rumah tangga. Pemerintah setempat membatalkan 1.100 penerbangan domestik dan internasional, sementara sekolah serta perkantoran ditutup selama dua hari. Meski status Bavi telah diturunkan menjadi badai tropis, dampaknya tetap besar, terutama di ibu kota Taipei, yang menjadi korban angin kencang dan hujan deras.

Meski angin kencangnya menyusut menjadi 350 kilometer, dampak yang ditimbulkan oleh Topan Bavi Landa China Usai Hantam masih signifikan, menurut koresponden DW di Taiwan, Rik Glauert.

Sementara itu, di Jepang, Bavi menyebabkan kecepatan angin hingga 144 kilometer per jam, menghantam Pulau Sakishima dan menyebabkan pemadaman listrik pada 24.000 rumah tangga. Tiga ratus empat puluh lima penerbangan dibatalkan, serta layanan feri dihentikan sementara. Di Filipina, badai ini berdampak besar, dengan setidaknya 17 korban jiwa dan 9 orang hilang akibat tanah longsor. Rik Glauert melaporkan bahwa Topan Bavi Landa China Usai Hantam telah melipat gandakan risiko di kawasan Pasifik Barat.

Join the discussion