Skip to content
After Dark
Agustus 5, 2026
Tren

Usai Hina Mbappe – Senator Paraguay Dikecam Pemerintahnya dan Terancam Jalur Hukum

Nancy Moore - lenterafakta.com 3 mins read

Senator Paraguay Dihukum Hina Mbappe, Pemerintah Tak Setuju Usai Hina Mbappe, kontroversi terhadap senator Paraguay, Celeste Amarilla, semakin memanas.

Usai Hina Mbappe – Senator Paraguay Dikecam Pemerintahnya dan Terancam Jalur Hukum

Senator Paraguay Dihukum Hina Mbappe, Pemerintah Tak Setuju

Usai Hina Mbappe, kontroversi terhadap senator Paraguay, Celeste Amarilla, semakin memanas. Komentar rasialisnya yang menghina Kylian Mbappe, bintang sepak bola Prancis, memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk pemerintah Paraguay dan masyarakat internasional. Amarilla, anggota dewan perwakilan rakyat Paraguay, dituduh mengucapkan sesuatu yang tidak pantas untuk seorang senator, terutama setelah aksinya menimbulkan kecaman yang mengarah pada kemungkinan sanksi hukum.

Komentar Rasis yang Memantik Reaksi

Pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Sabtu (4/7/2026) menjadi momen krusial. Kylian Mbappe, yang mencetak gol penentu kemenangan Prancis atas Paraguay, menjadi target hinaan Amarilla. Dalam unggahan media sosial, senator tersebut menyebut Mbappe sebagai “orang bodoh” dan menyamakan penampilannya dengan simpanse. Ia juga mengkritik keputusan Mbappe untuk tidak berjabat tangan dengan kiper Paraguay, Orlando Gill, yang dianggap menunjukkan sikap meremehkan.

Konteks Piala Dunia 2026 dan Aksi Politik

Konteks pertandingan tersebut memicu pembicaraan luas tentang rasisme dalam olahraga. Setelah pertandingan, Amarilla mengatakan bahwa Gill harus mengacungkan jari tengah kepada Mbappe sebagai bentuk penyesalan. Respons langsung dari Mbappe memperparah situasi, di mana ia menyebut Amarilla sebagai “perempuan hina” yang tidak layak memegang jabatan politik. Ini memicu pernyataan resmi dari pemerintah Paraguay yang menegaskan bahwa ucapan Amarilla tidak mewakili nilai-nilai nasional.

Dalam deklarasi yang diterbitkan oleh Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), dikatakan bahwa komentar senator tersebut “sangat menjijikkan dan tidak dapat diterima.” Pernyataan ini memperkuat kecaman terhadap sikap anti-prancis yang disampaikan oleh Amarilla. Selain itu, anggota kongres Paraguay, Johanna Ortega, juga turut mengungkapkan dukungan untuk Mbappe dan menegaskan bahwa rasa hormat terhadap atlet seharusnya menjadi bagian dari budaya olahraga.

Pemerintah Paraguay dan Penjelasan Resmi

Senin (6/7/2026), Wakil Presiden Paraguay Pedro Alliana memberikan pernyataan resmi mengecam ucapan Amarilla. Ia menyatakan, “Sepak bola adalah wujud persaudaraan. Tidak ada tempat bagi diskriminasi dalam semangat olahraga yang mempersatukan rakyat.” Pemerintah Paraguay juga menegaskan bahwa Amarilla harus bertanggung jawab atas komentarnya, yang dianggap merendahkan nasionalisme Prancis.

Reaksi publik di luar Paraguay pun tak kalah keras. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengutuk tindakan rasialis tersebut dengan menulis di media sosial X, “Usai Hina Mbappe, saya mendukung melawan rasisme. Seluruh dukungan saya untuknya.” Mbappe, yang sudah mencetak tujuh gol sepanjang Piala Dunia, menjadi simbol perlawanan terhadap kebencian. Kemenangan Prancis atas Paraguay juga menggambarkan kemenangan moral dalam konteks global.

Impak pada Politik dan Olahraga

Kontroversi ini memperlihatkan bagaimana isu rasisme dapat memengaruhi hubungan antara negara-negara dalam konteks sepak bola internasional. Usai Hina Mbappe, komentar Amarilla tidak hanya menimbulkan kritik terhadap individu, tetapi juga mengarah pada pertanyaan tentang peran senator dalam menyebarluaskan nilai-nilai inklusif. Banyak pendukung Prancis menganggap aksi Amarilla sebagai bentuk penindasan terhadap keberagaman.

Banyak analis menyebut bahwa situasi ini bisa menjadi titik balik dalam memperkuat kesadaran tentang rasisme di Paraguay. Sejumlah media lokal dan internasional menyoroti bagaimana pernyataan Amarilla berdampak pada citra negara, terutama di tengah peran Paraguay sebagai salah satu dari 32 negara peserta Piala Dunia. Usai Hina Mbappe, komentar tersebut menjadi bahan bacaan untuk diskusi lebih luas tentang bagaimana olahraga bisa menjadi panggung untuk perdebatan sosial.

Dalam beberapa hari terakhir, berbagai lembaga di Paraguay mulai meninjau ulang kebijakan mereka terhadap senat dan anggota dewan. Ada juga usulan untuk melibatkan lembaga anti-rasisme dalam mengawasi komentar-komentar politik yang berpotensi memicu konflik. Meski belum ada keputusan final, usai hina Mbappe telah memperlihatkan betapa rentan nya politik dari segi reputasi di tengah isu global yang melibatkan budaya dan identitas nasional.

Join the discussion