Warren Buffett Hibahkan Kekayaan Rp 2.508 Triliun, Tuai Sorotan soal Pajak
Warren Buffett Hibahkan Kekayaan Rp 2 508 triliun kepada keluarga dan yayasan filantropi. Milliarder berusia 95 tahun ini resmi mengumumkan rencana untuk
Warren Buffett Menyerahkan Aset Rp 2.508 Triliun, Fokus pada Warisan dan Isu Perpajakan
Lenterafakta.com – Warren Buffett Hibahkan Kekayaan Rp 2 508 triliun kepada keluarga dan yayasan filantropi. Milliarder berusia 95 tahun ini resmi mengumumkan rencana untuk mengalihkan seluruh saham Berkshire Hathaway Inc. yang dimilikinya. Nilai total aset tersebut mencapai 140 miliar dollar AS atau setara Rp 2.508 triliun. Penyerahan ini dijadwalkan selesai pada tahun 2034 mendatang, menandai salah satu transfer kekayaan terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Buffett telah mendonasikan 12 juta lembar saham Kelas B kepada empat yayasan yang dikelola oleh ketiga putranya. Anak-anak Buffett, yakni Susie, Howard, dan Peter, kini bertanggung jawab penuh atas distribusi dana filantropi raksasa ini. Keputusan ini sejalan dengan penilaian bahwa anak-anaknya sudah siap memimpin lembaga-lembaga tersebut. Langkah ini juga mencerminkan kepercayaan Buffett terhadap generasi berikutnya dalam mengelola warisan yang sangat besar.
Saya memberi tahu ketiga anak saya bahwa ini milik mereka, dan merupakan tanggung jawab mereka untuk menyelesaikannya dengan baik.
Meskipun langkah filantropi ini disambut positif, muncul pula kritik mengenai efektivitas yayasan dalam membantu masyarakat Amerika Serikat yang membutuhkan. Menurut laporan Mint pada Sabtu (25/7/2026), sebagian pihak menilai Buffett memanfaatkan strategi ini untuk mengurangi beban pajak warisan maupun pajak keuntungan modal. Isu perpajakan menjadi sorotan utama dalam diskusi publik mengenai cara orang kaya mengelola kekayaan mereka.
Komitmen terhadap Sistem Perpajakan AS
Warren Buffett secara konsisten menyatakan bahwa dirinya tidak keberatan membayar pajak. Ia merasa bangga dengan kontribusi miliaran dollar AS yang telah disetorkan Berkshire Hathaway kepada pemerintah Amerika Serikat. Bagi Buffett, masyarakat AS telah memberinya banyak manfaat sehingga ia merasa wajib memberikan kembali melalui pembayaran pajak yang adil.
Ia bahkan mengakui bahwa dirinya kurang dikenakan pajak (under-taxed) dibandingkan dengan manfaat yang telah diterimanya sepanjang karier. Fenomena ini pernah ia soroti ketika menyebutkan bahwa sekretaris pribadinya membayar tarif pajak lebih tinggi daripada dirinya sendiri. Hal ini disebabkan oleh adanya pajak penggajian serta fakta bahwa keuntungan modal dikenakan tarif lebih rendah daripada pendapatan biasa.
Ketimpangan tersebut sempat mendorong Presiden Barack Obama mengusulkan “Aturan Buffett” pada masa itu. Aturan ini menetapkan tarif pajak minimum sebesar 30 persen untuk warga AS dengan penghasilan tahunan melebihi 1 juta dollar. Sayangnya, proposal tersebut ditolak oleh Senat AS pada tahun 2012. Hingga kini, perdebatan mengenai keadilan sistem perpajakan tetap berlangsung.
Berkaitan dengan kewajiban perpajakan, Buffett pernah berseloroh pada tahun 1998. Ia mengatakan tidak pernah mengirimkan pembayaran sukarela apa pun ke IRS dan meminta orang lain memahami posisinya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Buffett selalu mengikuti aturan yang berlaku tanpa perlu pembayaran tambahan.
Hubungan dengan Bill & Melinda Gates Foundation
Dalam perkembangan terbaru, Buffett juga mengambil keputusan penting terkait kemitraan filantropinya dengan Bill Gates. Ia memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Bill & Melinda Gates Foundation. Langkah ini diambil di tengah sorotan Kongres AS terhadap pendiri Microsoft tersebut karena keterkaitannya dengan Jeffrey Epstein, terpidana kejahatan seksual yang telah meninggal dunia.
Pertemuan antara Buffett dan Gates baru-baru ini berlangsung di Omaha, Nebraska. Keduanya membahas keputusan untuk mengakhiri kemitraan tersebut. Buffett mengaku terus memantau perkembangan investigasi publik, termasuk kesaksian Gates di bawah sumpah di hadapan Kongres. Proses ini menunjukkan transparansi dalam hubungan kedua tokoh filantropi tersebut.
Saya tidak menemukan apa pun di sana yang melampaui apa yang dapat saya bayangkan dilakukan oleh diri saya sendiri.
Buffett menambahkan bahwa Gates pada akhirnya telah memutuskan hubungan dengan Epstein. Meskipun hasil tinjauan Kongres dianggapnya tidak menyenangkan, investor senior ini tidak sepenuhnya mengecam Gates. Ia memahami bahwa setiap orang bisa membuat kesalahan dalam memilih teman atau mitra bisnis.
Meskipun dia membuat kesalahan, saya juga membuat kesalahan dalam mempekerjakan berbagai macam orang atau memilih teman dan kemudian mengetahui kemudian bahwa mereka bukanlah seperti yang saya bayangkan.
Dengan keputusan ini, seluruh sisa saham peninggalan Buffett akan sepenuhnya dikelola oleh yayasan keluarga yang dipimpin oleh ketiga anaknya. Transfer kekayaan senilai Rp 2.508 triliun ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Amerika Serikat melalui program-program filantropi yang lebih terfokus dan efektif di masa depan.
