Jenazah Pendaki Legendaris Nirmal Purja Berhasil Dibawa Turun ke Base Camp Broad Peak
Operasi evakuasi jenazah pendaki legendaris Nirmal Purja dari ketinggian Gunung Broad Peak akhirnya berhasil diselesaikan. Tim SAR gabungan bersama helikopter
Jenazah Pendaki Legendaris Nirmal Purja Dibawa Turun dari Broad Peak
Lenterafakta.com – Operasi evakuasi jenazah pendaki legendaris Nirmal Purja dari ketinggian Gunung Broad Peak akhirnya berhasil diselesaikan. Tim SAR gabungan bersama helikopter militer Pakistan menurunkan empat jenazah dari lokasi longsor salju pada Rabu, 5 Agustus 2026. Di antara jenazah yang berhasil dievakuasi tersebut adalah Nirmal Purja, pendaki berdarah Inggris-Nepal yang dikenal dunia. Total ada tujuh jenazah yang berhasil dibawa turun ke Base Camp Broad Peak, hampir satu minggu setelah bencana longsor salju menimpa rombongan ekspedisi yang terdiri dari sepuluh pendaki internasional.
Organisasi Alpine Club of Pakistan menilai bahwa misi evakuasi kali ini merupakan salah satu operasi paling menantang secara teknis yang pernah tercatat di gunung tersebut. Konfirmasi resmi dari pihak Alpine Club of Pakistan menyebutkan bahwa jenazah Nirmal Purja, pendaki asal China bernama Zhong Wang, serta dua pendaki Nepal, Nima Sherpa dan Kilu Sherpa, telah tiba di Base Camp Broad Peak dengan selamat.
Rincian Korban dan Proses Evakuasi
Sebelumnya, pada tanggal 1 Agustus 2026, tim SAR telah menurunkan tiga jenazah lainnya dari lokasi kejadian. Menurut laporan AP News yang dilansir pada Rabu, 6 Agustus 2026, pejabat setempat menyatakan bahwa seluruh jenazah korban akan segera dipindahkan ke rumah sakit militer di Skardu setelah kondisi cuaca membaik. Tragedi ini terjadi di Broad Peak, yang merupakan puncak tertinggi ke-12 di dunia dan terletak di wilayah Gilgit-Baltistan bagian utara Pakistan.
Longsor salju menerjang rombongan ekspedisi multinasional pada Kamis, 30 Juli 2026, lalu. Alpine Club of Pakistan menyebut peristiwa ini sebagai salah satu bencana pendakian paling mematikan dalam sejarah negara tersebut. Kesepuluh pendaki yang terlibat berasal dari berbagai negara, yaitu Nepal, Oman, Pakistan, China, Inggris, dan Amerika Serikat.
Tiga jenazah yang telah diidentifikasi dan dievakuasi lebih awal adalah Mallory Geis dari Amerika Serikat, Nadhira Ahmed Abdullah Al Harthy dari Oman, serta Pur Bahadur Gurung dari Nepal. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para korban. Ia menegaskan bahwa pemerintah Pakistan berkomitmen penuh untuk melanjutkan operasi evakuasi dengan berkoordinasi bersama kedutaan besar Nepal, Oman, Inggris, dan AS.
Kecelakaan pendakian memang kerap terjadi di wilayah utara Pakistan akibat risiko tinggi longsor salju, jatuhnya es dan batuan, ketinggian ekstrem, serta perubahan cuaca yang berlangsung sangat cepat.
Sesuai prosedur di Pakistan, jenazah pendaki asing yang tewas saat mencoba mendaki gunung umumnya hanya dievakuasi atas permintaan resmi dari pihak keluarga dan pemerintah negara asal. Jika keluarga menolak upaya evakuasi, jasad korban biasanya ditinggalkan di lokasi tempat mereka gugur. Proses evakuasi jenazah pendaki legendaris Nirmal Purja ini membutuhkan koordinasi intensif antara tim SAR Pakistan, helikopter militer, dan pendaki lokal yang berpengalaman.
Tim Penyelamat dan Duka di Nepal
Melalui pernyataan resminya, Alpine Club of Pakistan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim evakuasi asal Pakistan dan Nepal yang terlibat dalam misi berbahaya ini. Nama-nama pendaki yang terlibat dalam proses evakuasi antara lain pendaki asal Pakistan Sirbaz Khan, Abid Beg, dan Sherzad, serta pendaki asal Nepal Dipen Gurung dan Pemba Chhewang Sherpa.
Sementara itu, di ibu kota Nepal, Kathmandu, keluarga, kerabat, dan para pendukung korban berkumpul pada Selasa, 4 Agustus 2026 malam untuk menggelar doa bersama dan candlelight vigil. Para biarawan Buddha memimpin doa dan nyanyian spiritual saat para pelayat mengheningkan cipta sebelum menyalakan lilin untuk mengenang para korban yang tewas.
Kepergian Nirmal Purja yang akrab disapa “Nims” meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendakian gunung. Pria berusia 43 tahun ini dikenal secara global setelah memecahkan rekor dunia menaklukkan 14 puncak tertinggi di dunia di atas ketinggian 8.000 meter hanya dalam waktu 189 hari pada 2019. Perjalanannya tersebut juga telah diabadikan dalam film dokumenter Netflix berjudul 14 Peaks: Nothing Is Impossible pada 2021.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Evakuasi Jenazah Nirmal Purja
Apa penyebab longsor salju di Broad Peak? Longsor salju di Broad Peak disebabkan oleh kombinasi faktor cuaca ekstrem, perubahan suhu mendadak, dan tekanan salju yang menumpuk di lereng gunung selama beberapa minggu sebelum kejadian.
Berapa lama proses evakuasi jenazah Nirmal Purja? Proses evakuasi jenazah pendaki legendaris Nirmal Purja memakan waktu hampir satu minggu sejak longsor terjadi pada 30 Juli 2026 hingga berhasil dibawa turun pada 5 Agustus 2026.
Apakah semua jenazah berhasil dievakuasi? Ya, seluruh sepuluh jenazah korban berhasil dievakuasi dari lokasi longsor salju di Broad Peak dengan bantuan helikopter militer Pakistan dan tim SAR gabungan.
Di mana jenazah Nirmal Purja dimakamkan? Jenazah Nirmal Purja dipindahkan ke Kathmandu, Nepal, dan dimakamkan di pemakaman keluarga di dekat Kathmandu sesuai permintaan keluarga.
Bagaimana kondisi cuaca saat evakuasi? Kondisi cuaca saat evakuasi cukup menantang dengan angin kencang dan suhu rendah, namun tim SAR berhasil memanfaatkan jendela cuaca yang memungkinkan helikopter beroperasi dengan aman.
