Megapolitan

Sehari Raup Rp 700.000, Mengintip Seluk Beluk Fotografer Sunmori di Senayan

codex-98deea9d5f3a4234a471ee70508bd296

Lenterafakta.com – Muhammad Fauzi (26) menghabiskan sekitar empat hingga lima jam di tepi jalan kawasan Senayan, Jakarta Selatan, setiap akhir pekan. Berbekal kamera, ia membidik pengendara sepeda motor yang melintas, terutama mereka yang mengikuti kegiatan Sunday Morning Ride ( sunmori ). Dari aktivitas yang berlangsung sejak sekitar pukul 06.30 WIB itu, Fauzi bisa memperoleh ratusan ribu rupiah dalam sehari.

Pada Sabtu, pendapatannya berkisar Rp 200.000-Rp 300.000 saat sepi dan bisa mencapai Rp 500.000-Rp 600.000 ketika ramai. Sementara itu, pada Minggu, pendapatannya bisa mencapai Rp 700.000-Rp 800.000. "Kalau Minggu, paling kecil Rp 700.000 kalau lagi ramai.

Tetapi, ya, tidak setiap Minggu," kata Fauzi saat ditemui di kawasan Senayan, Minggu (25/10/2026). Fauzi mulai memotret pengendara di Senayan sejak 2022. Awalnya, ia merupakan penggemar sunmori yang tertarik mencoba fotografi setelah melihat banyak fotografer berdiri di pinggir jalan.

Ia kemudian membeli kamera dan mulai memotret sendiri. Seiring waktu, kegiatan yang semula berangkat dari hobi itu membuka kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan sekaligus memperluas jaringan pertemanan. Fauzi menawarkan foto dengan harga sekitar Rp 15.000-Rp 25.000 per gambar.

Besarnya pembayaran bergantung pada foto yang dipilih dan kesediaan pelanggan membayar. Namun, tidak semua pengendara yang melintas akan membeli hasil jepretannya. Fauzi harus mengandalkan ketertarikan pelanggan terhadap hasil foto yang ditawarkan.

Di luar aktivitas tersebut, ia bekerja sebagai desainer grafis lepas. Ia juga pernah mendapat pekerjaan dokumentasi foto dan video dari relasi yang dikenalnya melalui kegiatan sunmori. Meski bisa menghasilkan ratusan ribu rupiah dalam beberapa jam, ia mengakui pendapatannya tidak selalu sama setiap kali datang.

Peluang penghasilan fotografer sunmori bergantung pada kesediaan pengendara membayar hasil jepretan mereka. Di antara pengendara yang melintas, ada yang sengaja mencari fotografer, tetapi ada pula yang hanya melihat-lihat tanpa berniat membeli. Angga (35), warga Jakarta Pusat, misalnya, terkadang memperlambat kendaraannya ketika melihat fotografer mengarahkan kamera ke pengendara yang melintas.

Ia sudah beberapa kali datang ke Senayan untuk sunmori, biasanya sekitar dua kali sebulan. Ketika mengetahui ada fotografer di pinggir jalan, ia sesekali memanfaatkan kesempatan itu untuk mendapatkan dokumentasi kendaraannya. "Kalau memang mau difoto, lumayan buat kenang-kenangan," kata Angga.

Angga bersedia membayar sekitar Rp 25.000 untuk satu foto, asalkan hasilnya bagus dan sesuai dengan yang diinginkan. Namun, ia tidak selalu membeli foto setiap kali melintas. Baginya, kualitas gambar menjadi pertimbangan utama sebelum mengeluarkan uang.

Ia juga menilai fotografer sebaiknya menjelaskan penggunaan foto apabila gambar tersebut akan dimanfaatkan untuk promosi atau keperluan komersial lainnya.

Frequently Asked Questions

What is Sehari Raup Rp 700 000 Mengintip?

Sehari Raup Rp 700 000 Mengintip is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sehari Raup Rp 700 000 Mengintip matter?

Sehari Raup Rp 700 000 Mengintip matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *