Skip to content
After Dark
Agustus 6, 2026
Tren

Respons Malaysia Usai Ada Lagi Warganya yang Tertangkap Selundupkan Narkoba ke Indonesia

Mary Smith - lenterafakta.com 3 mins read

Kasus penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia kembali mencuat. Kali ini, Respons Malaysia Usai Ada Lagi warganya yang tertangkap membawa barang haram

Respons Malaysia Usai Ada Lagi Warga Negara Tertangkap Selundup Narkoba

Lenterafakta.com – Kasus penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia kembali mencuat. Kali ini, Respons Malaysia Usai Ada Lagi warganya yang tertangkap membawa barang haram ke Indonesia menjadi sorotan media. Setelah kasus pilot Malaysia yang membawa 25 kilogram ekstasi, muncul nama baru dalam daftar tersangka. Seorang pemuda berusia 22 tahun, berinisial DI, ditangkap karena diduga menyelundupkan sabu dan ekstasi ke tanah air.

Proses Penangkapan di Bandara Juanda

Pria asal Johor ini ditangkap di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia sedang dalam perjalanan menggunakan penerbangan Batik Air dari Kuala Lumpur menuju Surabaya. Saat melakukan pemeriksaan rutin, petugas Bea Cukai Juanda menemukan empat bungkus sabu seberat total 990 gram serta empat bungkus berisi 1.089 butir ekstasi.

Yang menarik, seluruh paket narkoba tersebut tidak disimpan di dalam koper atau tas, melainkan ditempelkan langsung pada tubuh pelaku. DI menggunakan korset yang dililitkan di tubuhnya untuk menahan paket-paket tersebut agar tidak mudah terlihat oleh petugas keamanan.

Komandan Satgaspam Bandara Juanda, Letkol Laut (P) Novi Manunggal, menjelaskan bahwa penangkapan ini bermula dari informasi yang diterima Tim Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Juanda. Informasi tersebut menyebutkan adanya penumpang yang dicurigai membawa barang terlarang dalam perjalanan dari Malaysia.

Konfirmasi Resmi dari Malaysia

Direktur Departemen Investigasi Kejahatan Narkotika (JSJN) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, mengonfirmasi bahwa kepolisian Malaysia telah menerima laporan resmi dari otoritas Indonesia. Ia menyatakan bahwa JSJN akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh.

“Kami akan bekerja sama dengan pihak berwenang, termasuk di bandara, untuk melakukan penyelidikan terperinci terkait kasus ini,” kata Hussein.

Hussein juga membenarkan bahwa tersangka merupakan warga Johor yang berangkat melalui Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) Terminal 1. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa pria berusia 22 tahun itu tidak memiliki catatan kriminal di Malaysia.

“Kami telah memeriksa dan mendapati tersangka tidak memiliki rekam jejak kriminal di negara ini. Hal-hal lainnya masih dalam penyelidikan,” ujar Hussein.

Motivasi dan Nilai Barang Bukti

Dalam pemeriksaan awal, DI mengaku bersedia menjadi kurir narkoba karena terlilit utang. Nilai seluruh barang bukti yang ia bawa diperkirakan mencapai sekitar Rp 2,9 miliar. Polisi Malaysia juga mengungkapkan bahwa tersangka membawa empat bungkus sabu dengan berat sekitar satu kilogram dan empat bungkus berisi sekitar 1.000 pil ekstasi.

Kasus ini menandai penangkapan kedua terhadap warga Malaysia yang diduga menyelundupkan narkoba ke Indonesia dalam waktu kurang dari dua pekan. Sebelumnya, seorang pilot Malaysia bernama Airlsine ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah diduga membawa lebih dari 25 kilogram ekstasi dan sejumlah kecil sabu.

Kasus Airlsine hingga kini masih diselidiki oleh kepolisian Indonesia dan Malaysia, termasuk dugaan adanya celah dalam proses pemeriksaan keberangkatan di KLIA. Kasus terbaru ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai pola penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Ini

Berapa total berat narkoba yang dibawa tersangka? Tersangka membawa empat bungkus sabu seberat total 990 gram dan empat bungkus berisi 1.089 butir ekstasi.

Apa motivasi tersangka menjadi kurir narkoba? DI mengaku bersedia menjadi kurir karena terlilit utang dan membutuhkan uang untuk melunasinya.

Apakah tersangka memiliki catatan kriminal sebelumnya? Tidak, hasil pemeriksaan menunjukkan tersangka tidak memiliki rekam jejak kriminal di Malaysia.

Berapa nilai total barang bukti yang ditemukan? Nilai seluruh barang bukti diperkirakan mencapai sekitar Rp 2,9 miliar.

Di mana tersangka ditangkap? Tersangka ditangkap di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, saat dalam perjalanan dari Kuala Lumpur.

Join the discussion