Skip to content
After Dark
Agustus 6, 2026
Tren

Sungai Seine Perancis Dulu Penuh Limbah – Kini Dibuka Lagi Setelah 100 Tahun

Nancy Moore - lenterafakta.com 3 mins read

Sungai Seine Perancis Dulu Penuh Limbah, Kini Dibuka Lagi Setelah 100 Tahun Sungai Seine Perancis Dulu Penuh Limbah menjadi topik penting dalam sejarah kota

Sungai Seine Perancis Dulu Penuh Limbah, Kini Dibuka Lagi Setelah 100 Tahun

Sungai Seine Perancis Dulu Penuh Limbah menjadi topik penting dalam sejarah kota Paris. Sungai yang menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat sejak abad ke-19 kini kembali dibuka untuk aktivitas rekreasi setelah berdekade-dkade tertutup karena pencemaran parah. Pada tahun 2025, Pemerintah Perancis mengumumkan kembali penggunaan Seine sebagai tempat berenang dan olahraga air. Namun, kejadian ini merupakan hasil dari perjuangan luar biasa selama lebih dari satu abad untuk membersihkan dan melestarikan sungai yang dianggap mati secara biologis.

Selama abad ke-19 hingga 20-an, Sungai Seine Perancis Dulu Penuh Limbah menjadi simbol kehidupan sosial dan budaya Paris. Saat itu, tepi sungai dipenuhi tempat pemandian, kafe, restoran, dan sekolah renang yang menjadi favorit warga. Namun, perubahan kehidupan perkotaan pada 1970-an membuat kondisi air sungai menjadi sangat buruk. Limbah industri dan rumah tangga mengalir tanpa pengolahan, mengubah aliran Sungai Seine menjadi kotor. Hal ini membuat olahraga air seperti triathlon terpaksa ditunda, termasuk Paris Triathlon yang dibatalkan pada 2013 karena risiko kesehatan.

Dilansir dari CNN, Minggu (5/7/2026), pada masa awal abad ke-19, Sungai Seine Perancis Dulu Penuh Limbah memang menjadi tempat paling populer bagi penduduk Paris. Saat itu, sekitar 500 ribu orang berenang di sepanjang tepi sungai setiap minggu. Namun, dengan meningkatnya jumlah penduduk dan penggunaan air tanpa kontrol, sungai ini mulai kehilangan fungsinya sebagai tempat rekreasi yang aman.

Situasi berubah drastis saat kecelakaan di air semakin sering terjadi. Pada 1923, larangan berenang di Seine diterapkan secara total setelah beberapa tahun penyelidikan menunjukkan kadar polutan yang mematikan. Sistem saluran pembuangan kota Paris pada masa itu tidak mampu menampung volume limbah, sehingga mencemari aliran Sungai Seine Perancis Dulu Penuh Limbah. Penyebab utama adalah kotoran dari industri, limbah domestik, serta aliran air hujan yang tidak terolah.

Proyek Restorasi dan Upaya Pemulihan

Proyek restorasi Sungai Seine Perancis Dulu Penuh Limbah dimulai sejak 1980-an sebagai respons terhadap kekhawatiran lingkungan. Para ilmuwan dan pemerintah mulai menerapkan teknologi pengolahan air modern serta memperbaiki infrastruktur saluran pembuangan. Salah satu langkah kunci adalah peningkatan kapasitas jaringan saluran, sehingga meminimalkan pencemaran dari limbah perkotaan. Pada 2016, Anne Hidalgo, wali kota Paris, memulai kembali inisiatif untuk mengembalikan fungsi Sungai Seine Perancis Dulu Penuh Limbah sebagai lokasi olahraga air dalam persiapan Olimpiade 2024.

Pada hari Senin (6/7/2026), kota Paris menginvestasikan lebih dari 1 miliar euro untuk proyek restorasi Seine. Dana ini digunakan untuk membangun bak penampung air hujan raksasa di dekat Gare d’Austerlitz. Bak tersebut memiliki diameter 50 meter, kedalaman 30 meter, dan mampu menampung hingga 50.000 meter kubik air—setara dengan 20 kolam renang Olimpiade. Sistem ini mengubah cara pengelolaan air hujan dari sebelumnya bergabung dengan limbah perkotaan menjadi terpisah. Dengan demikian, luapan air hujan ke sungai berkurang drastis, dari sekitar 15 kali per tahun menjadi hanya 2 kali setiap tahun.

Pemulihan Sungai Seine Perancis Dulu Penuh Limbah juga melibatkan peningkatan kualitas air melalui program pembuangan limbah yang terencana. Teknologi pengolahan air seperti penggunaan klorin dan filter modern diterapkan untuk memastikan kebersihan air mencapai standar yang aman bagi manusia dan ekosistem. Selain itu, pemerintah mengadakan kampanye edukasi masyarakat untuk mengurangi polusi langsung ke sungai. Upaya ini berhasil mengembalikan ekosistem Seine, yang sebelumnya hanya menyisakan tiga jenis ikan, menjadi lebih sehat lagi.

Join the discussion